Awal September 2007. Setiba di bandara De Gaulle, Paris, France kami terpaksa mengantri panjang di loket arrival. Antrian sangat panjang, karena pada saat itu hari Minggu dan sedang musim panas di Paris. Suhu sekitar 19 derajat celcius. suhu tersebut sudah sangat panas bagi warga paris. Sementara bagiku yang warga bandung, suhu segitu adalah suhu optimum di malam hari. Tiba-tiba seorang polisi berteriak bahasa perancis. Kagetnya aku, polisi itu menuju ke arahku.
Setiba di depanku, ternyata dia terus berjalan ke arah barisan di belakangku. Aku kira aku yang diteriaki. ternyata dia melarang salah seorang antrian yang sedang memotret ibunya. Dalam bahasa prancis, ternyata si pemotret harus menghapus file yang tersimpan dalam kamera. Bukan main. betapa disiplinnya.
Setelah mendapat stempel visa, aku dan ketiga temenku keluar mencari angkutan yang disediakan oleh perusahaan yang akan dituju. Aku lihat sebuah selembar kertas yang diangkat-angkat oleh seseorang yang menunjukkan perusahaan tujuannku. setelah bersalaman dan saling mengenalkan nama kami diminta menunggu di tempat naik/turun penumpang.
Mobil datang, teman-teman langsung duduk di bagian belakang, sedangkan aku diminta duduk di belakang. Sopir sedang memasukkan barang ke bagasi di belakang. Dengan cepat aku berjalan ke arah kiri mobil, dan duduk. Agak bengong juga aku, kok ada yang aneh ?
Belum sempat akau berpikir lagi, si sopir berteriak dalam bahasa Inggris.
“Hey, he will bring my car !!!! he will bring my car!!!” Orang-orang yang sedang berjalan menoleh ke arah mobil yang kutumpangi. Mendengar teriakannya, baru aku sadar, bahwa aku duduk di tempat sopir. Kemudi ada di sebelah kiri!!!!
Cepat aku turun, dan bilang :” I’m sorry. In my country, passenger at left. I’m sorry. I beg your pardon”
Kemudian dia berkata :” It’s okay. I don’t mind if you want drive this car..”
Mana berani aku….