Tahun 1999, Pertama kali aku menginjakkan USA, tepatnya di Negara bagian Texas, ibukota dallas, distrik/kecamatan Plano. Sendirian. tidak ada temen perjalanan dari kantor. bener-bener sendirian. Mendarat di Bandara Dallas Fortworth, aku kebingungan mencari taxi ke hotel holiday inn di Plano.
Aku lihat ada seorang kulit hitam-tingginya kira-kira 190 dan keriting-, mengatur-atur urutan taxi. Taxinya aku lihat bermacam-macam. Paling depan yellow Cab(emang kuning), kemudian Mercy dan minni van . Saat itu aku antri di urutan kedua. Di belakangku seorang wanita, cuaaaaantik. Saat kulihat cewek itu, dia tersenyum…..duh… maniiiisnya. bikin jantung deg-degan. ALAMAK. ………….
Huh!!!! Beginilah aku, kalo jauh dari istri, baru beberapa jam saja sudah seneng & geer dikasih senyum cewek amerika.
Taxi yellow cab terdepan mendekat. Antrian ke satu di depanku naik taxi itu. Kemudian tiba giliranku, ternyata taxinya Mercy.
Si Negro bertanya :” Who’s next ? “. aku bilang aku, cewek di belakangku juga menunjukku.
Tapi si hitam itu berkata :” Ladies first.”
Tentu saja aku tidak terima. Aku bilang kepadanya :”No, Not in my country!”.
Si hitam lalu bertanya :” Where are you from? Is it the first time you are here ?”.
Aku jawab:” Yes, it is the first time I’m here. I’m from Indonesia.”
Si hitam itu kemudian mengangkat tangannya tinggi-tinggi, so, kelihatan sangat tinggi (190 cm + panjang tangan).
La dalah… tinggi banget. Mau apa dia ?
Dengan posisi tangan terangkat ke atas, di berteriak :”Welcome to America!!!”
wualah, ternyata cuma mau ngucapin selamat…
Gini tho Amerika itu……………
kok mirip banget dengan di film-film.