Tipe-tipe Manusia
Jika sifat manusia tidak membuatmu kadang- kadang bingung, kamu tidak memahaminya. Manusia itu macam-macam. Tetapi ini tidak berarti manusia tidak dapat diklasifikasikan ke dalam tipe-tipe dasar tertentu, jika kamu tidak terlalu risau dengan penyederhanaan, bias pandangan, atau kerancuan wawasan.
Ada satu kategori manusia yang harus kamu hindari jauh-jauh, sekalipun orang itu juga termasuk ke dalam kategori lain: orang yang pintar bicara. Kamu tidak berkepentingan dengan omongan muluk-muluk dari para benggolan atau krocomu. Kamu berkepentingan hanya dengan hasil. Hasil berbicara sendiri tanpa perwakilan.
Ada banyak variasi tipe atau kategori-kategori kepribadian yang tidak perlu kamu dekati kecuali jika mereka mempunyai keterampilan-keterampilan khusus untuk pekerjaan khusus, tetapi, setelah pekerjaan itu rampung orang-orang itu bisa disingkirkan: tukang rengek, si darah tinggi, si ringan tangan, si pengedar gosip, si egomaniak, dan sebagainya.
Intinva, kamu tidak perlu mempekerjakan siapa pun Yang sulit diatur atau menyisir rambutnya dengan arah yang tidak kamu sukai. Ikatkan sebuah kaleng pada buntut mereka. Ini adalah salah satu tugas utama seorang manajer.
Ingat: (1) Tidak seorang pun mempekerjakan siapa pun untuk apa pun juga kecuali mendapatkan uang untuk diri mereka sendiri dari apa yang bisa dilakukan si pekerja. Tak seorang pun. Dan (2) setidak-tidaknya selalu ada selusin orang di luar sana yang bisa mengerjakan hal yang sama dengan sama baiknya. Kamu punya banyak pilihan. Tidak perlu mempertahankan si mahatahu yang memijat badanmu dari arah yang keliru. (Dalil pasar ini berlaku pula dalam masalah perkawinan dan jalinan hati.) Kamu mempunyai orang-orang yang uring-uringan, yang selalu bersungut-sungut, yang selalu menunda pekerjaan, yang emosinya meledak-ledak tetapi tidak pernah merampungkan tugas? Tendang saja mereka. Barangkali itu bagus bagi mereka kelak, dan paling bagus bagimu sekarang ini.
Pendek kata, carilah empat tipe kroco dalam setiap organisasi:
1. Goblok dan pemalas (artinya, tidak ambisius)
2. Cerdas dan pemalas
2. Goblok dan ambislus
3. Cerdas dan ambisius
Tipe yang pertama—tolol dan pemalas—biasanya tidak tahu apakah mereka harus mengelus pantat dulu lalu menggaruk dagu atau sebaliknya. Ini adalah para tukang pukul, para badut, para pembual cerita, dan suatu ketika akan jelas bagimu bahwa tiga per empat dart krocomu mengelus-elus pantat mereka, tetapi itu jarang melebihi 50 persen dalam setiap organisasi, dan biasanya hanya mencapai 25 hingga 30 persen.
Jika diberi pengarahan sederhana dengan kata-kata yang jelas, badut-badut akan melaksanakan tugas sehari-hari dengan cukup baik. Mereka biasanya cukup puas dengan kenaikan gaji simbolis (paling banyak setengah dart kenaikan biaya hidup), dan mereka akan berada di antara para pengikutmu yang paling setia. Mereka mempunyai kegunaan tersendiri, sebab setiap organisasi harus mempekerjakan banyak orang seperti mereka karena langkanya manusia-manusia yang lebih baik.
Tipe yang kedua—cerdas dan pemalas—harus kamu onggoki dengan pekerjaan. Orang-orang ini tidak akan sudi meluangkan waktu untuk menonton seekor semut menumpuk satu ton jerami, tetapi mereka bisa menemukan sebatang jarum dalam tumpukan itu ) Jika terpaksa.
Intinya, mereka harus selalu ditunjuk jidatnya dan barulah mereka berproduksi. Kamu harus selalu mengusahakan agar para benggolanmu terus menerus menunjuk jidat. Mereka- orang-orang cerdas tapi malas tadi—harus mengerjakan sebagian besar kerja bersih-bersih tingkat atas dalam organisasimu.
Banyak manajer menganggap orang-orang cerdas tapi malas Itu sulit diatur dan karenanya mereka enggan mempekerjakan atau mempertahankan orang-orang macam itu. Ini salah. Mereka hanya perlu dimotivasl dengan sebatang tongkat yang menyengat. Anehnya—barangkali tidak begitu aneh sebenarnya¬consiglire sering kali berasal dari tipe ini. Dan tidak memiliki greget batin untuk mengubah otaknya menjadi kekuasaan pribadi, tetapi dia memiliki otak bagus yang bisa menjadikannya seorang penasihat yang baik.
Tipe yang ketiga—tolol dan ambisius—bisa dikenal dari fakta bahwa dia tidak henti-hentinya menyanjungmu. Orang tolol dan ambisius yakin benar bahwa strawberry paling enak dicampur dengan tumpukan tahi sapi, sementara sebagian besar dari kita meramu strawberry dengan krim dan gula. Sampai titik tertentu, tipe ini bisa bermanfaat, sebab, mereka bekerja keras untuk mengambil hatimu. (Dengan demikian mereka bisa dimanfaatkan sebagai pencari berita yang efisien.) Titik di mana mereka tidak lagi bermanfaat tercapai ketika egoisme mereka membuat mereka mengaku sebagai pakar dan menerima tugas-tugas di luar kapasitas kerja keras dan ketololan mereka yang sudah mendarah daging.
Mereka juga begitu gelisah sehingga tidak bekerja dengan baik di bawah para benggolan yang kuat dan tangguh. Sebaliknya, kecongkakan mereka (yang biasanya tidak diselimuti dengan rapi) tidak memungkinkan mereka disenangi anak buah. Mereka ingin memegang kendali, memerintah, tetapi tidak memiliki alat-alatnya.
Terakhir, terlepas dari segala sanjungan yang mereka sajikan padamu, mereka juga tidak mempunyai loyalitas kekal. Tetapi hal ini tidak perlu diherankan, sebab setiap orang yang ambisius pada dasarnya tidak setia—ia ingin menggeser orang di atasnya. Ini kamu pahami benar, sebab ini juga tentang dirimu sendiri. Sayangnya, orang tolol tapi ambisius tidak cukup cerdik untuk mengekang ambisi mereka sampai tiba saat yang tepat untuk mengambil langkah tanpa secara tidak perlu mengacaukan pekerjaan organisasi. Karenanya, sekali muncul masalah seperti ini, saat itu juga depaklah orang seperti itu.
Tapi awas: Kroco yang tolol dan ambisius (begitu juga kroco tolol dan pemalas, dan ini harus dicamkan)
mungkin—terlepas dari ketololan bawaan mereka selak lahir—sebenarnya memiliki kelicikan. Orang jerman menyebut tipe ini dummschlau, tolol tapi cerdik. Kroco seperti ini sangat berbahaya dalam organisasi, dan jika diketemukan harus dikepras, sebab kalau tidak akhirnya ia akan mengkhianatimu. Dummschlau biasanya terkuak dalam masalah-masalah kecil, Jika kamu beruntung dan dia sedang lengah. jika itu terjadi, terapkan prinsip “Palsu satu, palsu semua” dan ambillah tindakan yang tepat.
Keempat dan terakhir, tipe cerdik dan ambisius. Tipe ini adalah individu yang selalu kamu beri tugas yang semakin sulit dan yang selalu kamu hadiah dan promosikan jika dia sukses. Sebagai pribadi, mereka bisa anteng atau cemberutan, mudah tersinggung atau santai, serius atau entengan, apa pun juga —tetapi mereka selalu berhasil merampungkan tugas yang dibebankan dan menciptakan keberhasilan bagi organisasi.
Tentu saja, kebanyakan pria dan wanita adalah campuran dari keempat tipe tadi. Kamu akan jarang menemui orang yang merupakan wakil murni dari salah satu tipe saja.
Idealnya, individu-individu yang bekeria untukmu seharusnya sangat loyal padamu: orang-orang yang terhormat, blak-blakan, pemberani, kreatif, berbakat, enerjik, tenang; yang menyandang rekor mampu memenuhi atau bahkan melebihi sasaran-sasaran yang telah ditetapkan untuk mereka; yang menjadi agar diri serta tindakan-tindakan mereka tetap berada di latar belakang; yang seakan tidak memiliki kecemburuan; yang seakan tidak memikirkan kepentingan diri sendiri melainkan tujuan-tujuan organisasi (sebagaimana ditandaskan oleh kamu sendiri); yang seakan tidak siap meraih kekuasaan tetapi sanggup menggunakan kewenangan ketika itu diberikan kepada mereka.
Orang-orang tipe pramuka ideal seperti itu tidak akan kamu temukan, tetapi kamu harus membuka mata lebar-lebar untuk mencari orang yang mendekati tipe itu. Orang-orang yang nyaris memenuhi ideal-ideal yang kamu tetapkan harus kamu promosikan. Promosi itu sendiri akan menguak lebih banyak tentang diri orang itu, sebab kekuasaan bertindak seperti kanker dalam diri manusia. Kekuasaan menggembungkan nilai diri mereka sendiri dan mengesampingkan kualitas-kualitas lain yang lebih baik dan yang mungkin mereka miliki, sampai akhirnya-pada diri beberapa orang—mereka tinggal menjadi anggapan-diri, meniadi ego murni tanpa isi.
Mereka yang tidak mengalami hal ini adalah orang yang benar-benar merupakan kekecuallan. Tepat: Hanya kamu.
Karier ala Mafia II : Mengelola Orang Lain
May 8, 2008 by kriscio2007