BISNIS
Bisnis Mafia adalah bisnis itu sendiri.
Kami tidak suka melukai orang, mencongkel mata. mematahkan jempol, meremuk tempurung lutut, menendang pantat. Justru dalam banyak hal untuk mendapatkan teman, kami memberikan banyak uang pada orang-orang. Apa yang bisa lebih Amerika daripada itu? Kami cuma mendapatkan sesuatu dengan cara baik, jika orangnya paham dan bekerja sama, tidak akan ada masalah. Tetapi jika kamu main-main dengan kami, tidak akan ada obatnya di pengadilan, lewat polisi, lewat Konggres, Senat, atau bagian lain mana pun dari cecunguk-cecunguk pemerintah itu. Kamu pernah mendengar Toys “R” Us? Well, the government “R” Us. Kami memilikinya, dan mengendalikannya. Yang tidak kami miliki atau kendalikan tak ada gunanya dipedulikan. Bertahun-tahun yang lalu salah satu orang bijak kami mengatakan: “Kita lebih besar daripada U.S. Steel.” Boleh kujamin, bung, sekarang kami jauh lebih besar lagi daripada itu.
Bagaimana ini bisa terwujud? Dengan cara kuno. Orang-orang bekerja dengan dan untuk orang-orang melalui nilai-nilai mapan—itu ‘kan intinya? Syukur kepada Allah, manusia tetap manusia. Sifat manusiawi mereka bisa diduga. Mereka tanggap pada iming-iming dan insentif Mereka masih percaya pada nilai-nilai mapan. Tentu saja yang paling utama di nilai-nilai mapan ini adalah keserakahan dan ketakutan.
Beberapa Prinsip Dasar Bisnis:
Jalankan bisnis dengan orang-orang asing seakan¬akan mereka adalah sanak saudara; dan jalankan bisnis dengan sanak saudara seakan-akan mereka adalah orang asing.
Hal terpenting dalam hubungan bisnismu adalah reputasi akan kejujuran. jika kamu bisa dengan tulus dan murni memalsu kejujuran, kamu akan sukses. Itu jangan kau ragukan.
Milik kita adalah apa pun yang bisa kita ambil dan simpan. Meminta lebih mahal daripada membeli, dan membeli lebih mahal daripada mengambil. Satu kepal kekuasaan adalah sepuluh kali lebih berharga daripada satu truk hak. Dalam bisnis, Dalil utamanya ialah: Yang memiliki kekuasaan terbesar adalah yang menetapkan peraturan dan menguasai emasnya. Jika ketelnya mendidih dan menggelegak, gunakan sendok panjang. Jika rumahnya kebakaran, hangatkan rimu sendiri.
Urusi kepentinganmu sendiri, tetapi bukalah mata lebar-lebar untuk menguasai perusahaan-perusahaan yang sukses. Jika tetanggamu bangun pagi-pagi, kamu harus bangun lebih awal.
Jangan sekali-kali memberikan nasihat bisnis pada orang lain yang tidak menguntungkan kamu dan kepentingan – kepentingan mu.
Dan jangan sekali-kali menindak-lanjuti nasihat bisnis yang diberikan padamu tanpa mempertimbangkan pendapat kedua dan ketiga. Rekanan-rekanan dan kenalan-kenalan kepercayaanmu mungkin ingin melihatmu ambruk; Jadi waspadalah.
Memang cukup menyedihkan, Jika kamu terlalu sukses, pemerintah akan memicingkan mata. Dan jika kamu tidak sukses, akhirnya kamu masuk liang. banyak orang sial dalam bisnis kami mulai menelusuri jalan menuju keberhasilan, dan akhirnya secara harfiah meringkuk di bawahnya.)
Trend dalam bisnis kami-persis sebagaimana dari usaha kontemporer lain yang berwawasan ke depan—adalah akuisisi atau merger dengan
perusahaan-perusahaan lain yang sukses. Dan sering kali hal in bisa dicapai melalui pergulatan mati-matian. Pernahkah kamu mendengar tentang pengalihan secara paksa? Itu kami yang merintis. Dalam sistem free enterprise, pencuri besar menggantung pencuri kelas teri. Selalu begitu.
Sayang, beberapa dari pengambil-alihan kami, baik yang secara paksa maupun yang diwarnai semangat persaudaraan, akhirnya membuahkan kebangkrutan perusahaan sasaran. Dan beberapa eksekutif darl perusahaan-perusahaan itu juga tumbang sebagal korban.
Tetapi toh prinsip-prinsip kami tetap yang terluhur: kehormatan, pembalasan dendam, solidaritas. Kami tahu tidak ada keadilan. bagi kami kecuali sebagaimana kami memberlakukannya. Respek kami adalah hasil perjuangan.
Camkan semua hal ini sementara kamu menapaki anak tangga keberhasilan. Selagi kamu mencari, kaus di punggungmu selalu ditandai sebagai sasaran. Dan ingat: Dia yang mencari akan menemukan… tetapi kadang-kadang malah bukan yang ia cari. Ya ‘kan?
top bro kris … keep it up man