SAHABAT
Jangan pernah ada anggapan sedikitpun di hatimu, bahwa teman harus diperlakukan seperti anggota keluarga kita. Jangan!!!Sekali-kali jangan. Pentingnya Teman tidak pernah sama dengan pentingnya keluarga. Bedakan loyalitas persahabatan dengan ikatan darah. Yang sering terjadi adalah, perlakuan kita terhadap anggota keluarga kita terapkan dalam persahabatan. Inilah yang keliru.
Teman itu bisa dibeli, apalagi kita punya banyak-banyak uang logam.Banyak cara untuk membeli seorang teman, baik dibeli dengan sesuatu yang secara fisik atau sesuatu yang tidak fisik. Karena hanya ada satu alasan orang berteman dengan kita, yaitu jika kita menguntungkan bagi mereka. Jika kita adalah orang yang papa, jelek, tubuhnya berbau,kaki pincang, sampah masyarakat, miskin, mata juling atau seperti cerita si bongkok dari notredame, atau cerita …… and the beast, siapakah yang mau berteman dengan kita ?
Keluarga. keluarga adalah abadi, kental atau encer, dalam pesta pora atau kelaparan, fino alla fascia, sampal ke liang lahat. Kecuali bagi orang-orang yang harus dikecualikan. Karena setiap keluarga dikaruniai idiot, anak-anak dungu, penipu, pembual, pemabuk, pecandu, dan pengkhianat. Itu tak terhindarkan. Tetapi itu adalah masalah genetik. Mereka sudah bisa dikenali sejak awal, jadi ambillah langkah-langkah pengaman seperlunya. Makluk-makluk itu lebih baik dikasihani dan diurusi sampai tuntas daripada dikhotbahi dan didamprat, karena biasanya langkah itu sia-sia. Demikian juga jika kita adalah makluk sial itu, makluk yang dikasihani itu. Yang bisa kita lakukan adalah menggantungkan diri kita kepada keluarga. Karena dapat dipastikan, kita tidak mempunyai teman yang benar-benar peduli. Inilah pentingya keluarga. Inilah yang mengingatkanku kepada sabda Rasullullah s.a.w:” Rumahmu adalah Surgamu” dan juga perwujudan Rahman dan Rahim, Maha Pengasih dan Maha Penyayang, mengasihi dan menyayangi makluknya.
Masalah seorang teman adalah masalah ketulusan mereka. Jika kita biarkan mereka dan kita percayai penuh, pada akhirnya mereka akan mengkhianatimu, dan kemudian mereka akan mengatakan kepadamu secara blak-blakan: “Ini bukan masalah pribadi lho, pokoknya ini cuma masalah bisnis.Sorry saja” Mereka akan selalu menandaskan bahwa loyalitas tertinggi mereka pada uang dan kekuasaan dengan ungkapan yang sama: “Bukan masalah pribadi; sungguh. cuma bisnis murni.
Teman sejati akan kamu ketahui, setelah mereka diuji. Sebelum itu jangan kelewat yakin. Ketika segala sesuatu berjalan mulus bagimu, ujian itu mungkin tidak perlu. Prinsip mengenai ujian ini benar-benar tidak boleh ditawar. Jangan sekali-kali percaya seratus persen pada siapa pun. Ingatlah, Mafioso sejati tidak punya teman, melainkan hanya kepentingan.
Bagaimanakah caranya membeli persahabatan dan loyalitas orang lain? Bisakah ?
Machiavelli terpaksa mengatakan begini : “Boleh dikatakan bahwa manusia pada umumnya tidak tahu terima kasih, serakah, suka menyimpang, cenderung menghindari bahaya, dan iri pada perolehan orang lain. Selama kamu menguntungkan mereka, mereka sepenuhnya milikmu….. jangan mengandalkan persahabatan yang didapatkan lewat pembelian tetapi tidak dimantapkan dengan cubitan.”
Beberapa orang akan menasihati: jangan berbisnis dengan teman atau anak-anak mereka. Beberapa orang lain akan menasehati: Jangan memberi atau menerima pinjaman uang dari teman.
Meskipun begitu, kami mendorong sebaliknya, tetapi dengan sikap sangat hati-hati. Buat apa persahabatan kecil menghalangi bisnis? Dan jika kamu terpaksa bertindak kasar pada seorang teman, dan kamu tahu kebiasaannya serta tempat-tempat tongkrongannya, itu dapat mempermulus setiap tindakan yang perlu diambil terhadapnya. Bukan masalah pribadi, benar-benar bisnis murni.
Jangan sekali-kali memberitahu temanmu betapa suksesnya kamu; mereka tidak akan percaya padamu, atau akan mencap kamu sebagal pembual.
Juga Jangan mengatakan pada temanmu betapa lesu usahamu sekarang; mereka akan bersorak-sorai dan membocorkan rahasia itu pada musuh-musuhmu, yang mungkin akan menganggap kesialanmu sebagal isyarat untuk bergerak menyikat kamu.
Dan jangan terlalu cepat mempercayai kata-kata temanmu tentang musuh-musuhmu.
Ketika kamu menduduki posisi management yang lebih tinggi, kamu harus memiliki segala jenis teman yang kamu butuhkan. Teman yang diperoleh setelah .mu menjadi manajer puncak harus dicurigai dua kali.
Yang lebih kamu butuhkan adalah sekutu. kamu tidak harus menyukai sekutu-sekutumu; sejarah sudah memberi contoh tepat yang sangat banyak.